Sunday, February 26, 2012

Ironi Sebuah Sekolah

Sebuah sekolah kebanggaan Indonesia, yang hampir seluruh lulusannya menjadi orang-orang besar berpengaruh di Indonesia. Sekolah yang mengedepankan kecintaan terhadap NKRI. Namun sayang, siswa-siswa yang disana  mempunyai pemikiran tak beda jauh dari sekolah kampung. Yang bisanya main keroyok, coba kalau kalian ada di posisi adekku saat itu. Saat masa depan menjadi sebuah pertaruhan serius. Adekku pun galau setengah mati saat memutuskan masa depannya. Lagipula Allah itu mempunyai rencana lain yang indah, percayalah dengan itu. Jangan kalian pikir kalian bisa sukses hanya dengan menjadi perwira T*I khususnya.

Lagipula bisa apa adekku sekarang? semuanya sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan hanya ikhlas bukan saling menyalahkan. Kalian bilang kalau adikku sudah kehilangan kehormatannya, kalian salah kalianlah yang nampak seperti anak-anak kampung yang main hakim sendiri. Aku yakinlah kalian itu anak orang berada rata-rata, harusnya tindakan kalian juga disesuaikan dengan status ekonomi dan pendidikan kalian. Buat adekku yang sabar ya ... jadikan cobaan ini sebagai pengalaman :)

Saturday, February 4, 2012

When we were go down.

Terkadang seringkali kita merasa tidak puas terhadap sesuatu, padahal kita merasa kita telah bekerja keras untuk memperoleh hasil yang maksimal. Hal itu sangat wajar dan manusiawi sekali. Siapa yang tidak akan kecewa saat kita sudah berusaha maksimal namun hasil yang diperoleh tidak memuaskan. Haruskah kita terpuruk dan kecewa terus menerus? Haruskan kita sedih yang berkepanjangan? Sungguh sulit memang, apalagi kita telah berupaya keras untuk memperoleh hasil maksimal.

"Sabar" kata yang mudah diucapkan namun sangat sulit dijalankan, bahkan lebih sulit dibanding saya harus berada satu ruangan dengan kucing. Namun kalau segalanya telah terjadi memang tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain sabar dan tawakkal. Namun saat segalanya telah terjadi itupun bukan sebuah akhir. Namun permulaan dari level baru dalam kehidupan kita. Saat penyesalan itu datang membayangi memang sangat sulit untuk bangkit dari keterpurukan. Bagaimanapun juga kita hanyalah manusia biasa, yang labil dan egois. Dengan gampangnya orang berkata "sabar" huh.

Baru tiga lembar aku membaca buku dari seorang dosenku yang kini menempuh jenjang s3 di belanda, aku mulai memperoleh pencerahan. Jika kamu ingin mendapatkan apa yang belum pernah kamu dapatkan, lakukan apa yang belum pernah kamu lakukan. Agak memusingkan memang, toh orang yang menang adalah orang yang bangkit dari keterpurukan. Karena kadangkala kemenangan itu adalah cobaan.


keep smile and reach your better future!