Snapdollar

Share it

Minggu, 26 Februari 2012

Ironi Sebuah Sekolah

Sebuah sekolah kebanggaan Indonesia, yang hampir seluruh lulusannya menjadi orang-orang besar berpengaruh di Indonesia. Sekolah yang mengedepankan kecintaan terhadap NKRI. Namun sayang, siswa-siswa yang disana  mempunyai pemikiran tak beda jauh dari sekolah kampung. Yang bisanya main keroyok, coba kalau kalian ada di posisi adekku saat itu. Saat masa depan menjadi sebuah pertaruhan serius. Adekku pun galau setengah mati saat memutuskan masa depannya. Lagipula Allah itu mempunyai rencana lain yang indah, percayalah dengan itu. Jangan kalian pikir kalian bisa sukses hanya dengan menjadi perwira T*I khususnya.

Lagipula bisa apa adekku sekarang? semuanya sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan hanya ikhlas bukan saling menyalahkan. Kalian bilang kalau adikku sudah kehilangan kehormatannya, kalian salah kalianlah yang nampak seperti anak-anak kampung yang main hakim sendiri. Aku yakinlah kalian itu anak orang berada rata-rata, harusnya tindakan kalian juga disesuaikan dengan status ekonomi dan pendidikan kalian. Buat adekku yang sabar ya ... jadikan cobaan ini sebagai pengalaman :)

Sabtu, 25 Februari 2012

Dia

Bulan dua, tanggal 25 , tahun 2012, jam 21 menit 25
Di malam minggu ini, aku menuliskan semua yang aku rasakan selama hampir lima bulan ini. Perasaan yang tadinya hambar, hanya karena diberi sedikit bumbu, menjadikan perasaan ini penuh 'rasa' , manis asem asin, mirip slogan iklan permen. Hidup memang fantastis, semuanya serba mungkin.

Berawal dari sebuah perkenalan singkat di sebuah tempat di kota jogja, aku mulai mengenal dia. Dia seorang yang baik dan ramah (setidaknya itu penilaianku untuk dia at first sight) . Perkenalan pertama biasa saja, tidak ada yang special yang aku rasakan dari dia. Hanya sekedar perasaan layaknya teman biasa yang baru kenal, dan perkenalan kami pun berlanjut di salah satu situs jejaring sosial yang paling laris saat ini, dan akhirnya kami saling bertukar nomor telepon. Dua tiga kali dia menyapaku, aku masih merasakan hal yang biasa saja. Mungkin juga dikarenakan status dia yang sudah memiliki pujaan hati. Aku memang pantang menyukai seseorang yang sudah memiliki dambaan hati.

Hari-hari pun berlalu dengan cepat, aku dan dia masih berteman biasa dan (masih) tidak ada perasaan special untuk dia. Sampai akhirnya aku lost contact dengan dia. Kalau aku tidak salah ingat, dimulai akhir desember saat aku menjemput adekku cuti di akademi kepolisian semarang hingga aku kembali lagi ke jogja usai liburan semester tanggal 26 bulan satu 2012. Sampai suatu ketika tiba-tiba dia bertanya lewat jejaring sosial "kog telephone aku 3x gag pernah kamu angkat?" , karena aku merasa tidak pernah mendapatkan telephone dari dia tentu saja aku bertanya "loh emang kapan kamu telephone?" . Ternyata nomer handphone dia ganti, sedangkan aku ga akan pernah angkat telephone kalau yang menghubungi nomer tidak terdaftar di contact list, wajar kan.

Akhirnya dia memberikan nomer handphone dia yang terbaru, dan setelah aku cek di panggilan masuk memang benar ada nomer dia yang telah menghubungi handphone ku beberapa minggu yang lalu. Semenjak itu, kami pun mulai berkomunikasi via telephone, dan rasa itu mulai ada. Dia menghubungiku setiap minggu, dan aku selalu menantikan telephone dari dia setiap minggu. Entahlah, perasaan ini semakin kuat saat dia memulai obrolan tentang masa depan. Boleh dibilang aku GR atau apalah sejenisnya, bukankah orang yang jatuh cinta memang selalu membenarkan walaupun itu keliru? Aku pun semakin membayangkan dia disetiap hembus nafasku, tiap rabu dan minggu aku selalu menantinya. Dan setiap rabu dan minggu pula dia selalu menyapaku entah dalam jejaring sosial walaupun hanya sekelumit obrolan singkat, aku selalu merindukan saat-saat itu.

Kedekatan kami setiap minggu bisa dibilang semakin dekat, bahkan sebelum tidur aku selalu membayangkannya dan saat bangun tidur aku memikirkannya. Aku tau dia sudah memiliki penjaga hati, aku pun tak ingin merusak hubungan mereka. Dan akupun terus berdoa kepada Allah agar apabila dia memang untukku maka mantapkanlah perasaanku. Aku terus meminta agar Allah menghendaki dia untukku bukan untuk yang lain. Karena aku percaya Allah lah yang menciptakan rasa cinta diantara mereka, maka Allah pula lah yang bisa menghendaki rasa benci diantara mereka.

Kami pun semakin dekat, bahkan sangat dekat. Sang penjaga hatinya pun mulai cemburu terhadapku. Namun aku tak pernah peduli. Toh walaupun aku menyukainya namun aku tak pernah terang-terangan mendekatinya. Aku selalu menunggunya untuk menyapaku walaupun itu sungguh membuat aku galau. Karena kedekatan kami itu dia memintaku untuk mendownload salah satu applikasi online penyedia fasilitas video call. Kami  pun menggunakan fasilitas video call tersebut untuk bertatap muka sejenak. Perasaanku semakin berkembang, semakin melayang, bahkan semuanya terasa benar. Padahal dia sudah punya penjaga hati, penjaga hati yang tidak boleh disakiti dan disia-siakan.

Sampai akhirnya dini hari pagi ini sang penjaga hati tersebut tahu bahwa kami sering ber-video call. Dan sang penjaga hati itu marah kepada dia. Akupun juga tak mengetahui pasti bagaimana proses 'perang' mereka. Yang aku tau dia mengatakan kepada penjaga hatinya bahwa aku selayaknya dianggep adek sendiri oleh dia. Dan dia pun mengatakan kepadaku bahwa semuanya sudah baik-baik saja, walaupun aku juga tidak mengetahui bagaimana yang sebenarnya terjadi. Untuk pengetahuan saja, hari ini sang penjaga hatinya sedang berulang tahun, mungkin ke-21. Ya sang penjaga hati dia memang satu angkatan denganku.

Semenjak kejadian pagi ini, aku merasakan adanya pemisah dalam kedekatan kami. Entah itu dari aku ataupun dari dia. Aku pun tak tahu harus senang atau sedih. Senang karena dengan penjaga hatinya cemburu itu berarti bahwa penjaga hatinya merasa terancam olehku, sedih karena jujur aku tak mau melihat hubungan dua orang anak manusia ini hancur karena aku. Sekali lagi, bukan tipeku mendekati seorang cowo berpacar. Namun menjaga omongan memang gampang, mengontrol hati yang susah. Aku tetap menyukainya walaupun mungkin setelah kejadian ini dia akan menjauhiku, aku ikhlas atas semua kemungkinan yang terjadi setelah peristiwa ini. Yang aku harap hanyalah agar dia tetap tidak menjauhiku namun tanpa sepengetahuan penjaga hatinya (ups). Semuanya sah-sah saja, toh mereka belum menikah.

Aku hanya ingin berterimakasih kepada dia, dia yang membuat aku galau setiap detik, dia yang membuat aku selalu kepo dengan semua status dia, dia yang selalu membuat aku menangis saat melihat kemesraannya dengan penjaga hatinya, dan semuanya. Semuanya yang telah dia lakukan padaku selalu membuatku menangis, entah menangis bahagia ataupun menangis sedih (banyakan sedihnya). Aku sampai sekarang masih berharap kepada Allah agar Allah menjadikan dia milikku selamanya.
Semua rahasia ini, suara hati ini, lebih baik aku simpan dengan rapi hingga suatu saat Tuhan memberikan kunci padamu untuk kau buka :)

For : Mancung
By : Pesek :)

Sabtu, 04 Februari 2012

When we were go down.

Terkadang seringkali kita merasa tidak puas terhadap sesuatu, padahal kita merasa kita telah bekerja keras untuk memperoleh hasil yang maksimal. Hal itu sangat wajar dan manusiawi sekali. Siapa yang tidak akan kecewa saat kita sudah berusaha maksimal namun hasil yang diperoleh tidak memuaskan. Haruskah kita terpuruk dan kecewa terus menerus? Haruskan kita sedih yang berkepanjangan? Sungguh sulit memang, apalagi kita telah berupaya keras untuk memperoleh hasil maksimal.

"Sabar" kata yang mudah diucapkan namun sangat sulit dijalankan, bahkan lebih sulit dibanding saya harus berada satu ruangan dengan kucing. Namun kalau segalanya telah terjadi memang tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain sabar dan tawakkal. Namun saat segalanya telah terjadi itupun bukan sebuah akhir. Namun permulaan dari level baru dalam kehidupan kita. Saat penyesalan itu datang membayangi memang sangat sulit untuk bangkit dari keterpurukan. Bagaimanapun juga kita hanyalah manusia biasa, yang labil dan egois. Dengan gampangnya orang berkata "sabar" huh.

Baru tiga lembar aku membaca buku dari seorang dosenku yang kini menempuh jenjang s3 di belanda, aku mulai memperoleh pencerahan. Jika kamu ingin mendapatkan apa yang belum pernah kamu dapatkan, lakukan apa yang belum pernah kamu lakukan. Agak memusingkan memang, toh orang yang menang adalah orang yang bangkit dari keterpurukan. Karena kadangkala kemenangan itu adalah cobaan.


keep smile and reach your better future!

Jumat, 18 November 2011

GEMBIRA LOKA ZOO

Sunday 13rd November 2011, me and my boyfriend were went to the Gembira Loka Zoo. It is located in the middle of Yogyakarta. It was my first time checked to this place. There was big banner with Gorilla picture  in front of the zoo. I was very excited come to this place. We must pay about Rp 15.000,00 for the regular ticket, and Rp 20.000,00 for the ticket+ticket to ride the ship. Don't worry if you scared to lost, we will get a map. There are many animals over the world there. At first we will find Elephant, there are about 3 Elephants there. And then we will found crocodile, hippopotamus, many kind of fish, many kinds of birds, many kinds of
primate, many kinds of frog, and others.



Minggu, 13 November 2011

PENDALAMAN DAN PENGEMBANGAN KONSEP KURIKULUM 2004 DAN SILABUS BERBASIS KOMPETENSI MATEMATIKA SMP


PENDALAMAN DAN PENGEMBANGAN KONSEP KURIKULUM 2004 DAN SILABUS BERBASIS KOMPETENSI MATEMATIKA SMP
By : Marsigit
Summary by : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

            In accordance with government policy which will soon be implementing Competency Based Curriculum, then the various interested parties (stakeholders) should take immediate steps so that the learning system in accordance with the curriculum. Currently the Directorate of PLP in collaboration with the Graduate Program, State University of Yogyakarta, is developing a Competency-Based Curriculum, while the Curriculum Centre is also developing the same thing. The results of synchronization of the draft curriculum and syllabus development between PLP and Directorate of Curriculum Centre as annexed to this paper as a study subject matter. In order for the planning, implementation and evaluation system of learning goes well then it should be made in the General Guidelines and Specific Guidelines for Syllabus Development. General Guidelines for the guidelines for all subjects, whereas the Special Guidelines are guidelines for certain subjects, such as the Special Guidelines for Syllabus Development Subjects Mathematics.

            General Guidelines for Development of syllabus contain the concepts, principles, and the general steps in the development of competency-based syllabus. In the framework of improving the quality of school-based management, the General Guidelines are expected to be used as a reference for junior high school teachers in developing competency-based syllabus. Given that in 2004, the government will soon implement the Competency-Based Curriculum socialization is a necessary preparation for implementation. By appointing representatives of teachers selected from the provincial or district is expected they will become trainers in their respective regions. Thus, the training of trainers (TOT) taha II is a very urgent nature to be implemented as a means for dissemination as well as obtain feedback from participants.
           

PHILOSOPHICAL GROUNDS FOR MATHEMATICS RESEARCH


PHILOSOPHICAL GROUNDS FOR MATHEMATICS RESEARCH
Oleh : Marsigit
Ikhtisar oleh : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

            Hal itu menunjukkan bahwa, dalam jangka waktu penelitian fondasinya, matematika dianggap sebagai ilmu logis, terstruktur bersih, dan baik-didirikan atau dalam matematika singkat adalah ilmu logis yang sangat terstruktur, namun jika kita menggali cukup dalam dan dalam penelitian mendalam, kita masih menemukan beberapa pasir yang membuat discursion melibatkan filosofi matematika. Ini adalah kenyataan bahwa, dalam jangka waktu penelitian fondasinya, berbagai macam sejarah datang, dimulai di Yunani kuno, berjalan melalui ini bergejolak menuju masa depan yang keluar, sedangkan dalam jangka sistem yayasan logis, metode matematika deduktif , dan logika karena itu memiliki peran mendasar dalam pengembangan matematika. Kerangka kerja logis yang cocok di mana matematika dapat diteliti sehingga dapat disebut sistem yayasan logis untuk matematika.

            Thompson, P., 1993, bersikeras bahwa analisis menggabungkan account, kognitif psikologi dari "intuisi" besar yang mendasar untuk penelitian dalam matematika, dengan account epistemis tentang apa peran intuitif proposisi matematika harus bermain dalam pembenaran mereka. Dia diperiksa bahwa sejauh mana penelitian intuitif kita terbatas baik oleh sifat pengalaman-pengertian kita, dan oleh kapasitas kita untuk konseptualisasi

            Thompson menunjukkan bahwa penelitian matematika, seperti dalam Gödel dan rasa Herbrand, berkenaan dengan klaim mereka secara bersama demarkasi batas intuitif komputabilitas, adalah fitur ini masalah tertentu bahwa itu adalah rentan terhadap keragaman sama intuitif membatasi ulang penokohan, yang tak terduga pertemuan masing-masing memberikan rekomendasi intuitif yang kuat dan pertemuan ini ternyata menjadi aset berharga dalam menilai mengejutkan bukan kita lebih terpendam ekstensi dari konsep intuitif kita. Thompson menyimpulkan bahwa Gödel, dengan kepercayaan dasarnya dalam logika transendental, suka berpikir bahwa optik logis kita hanya sedikit tidak fokus, dan berharap bahwa setelah beberapa koreksi kecil dari itu, kita akan riset tajam, dan kemudian semua orang akan setuju bahwa kita benar, namun, dia yang tidak mempercayai saham tersebut akan terganggu oleh tingginya tingkat kesewenang-wenangan dalam sistem seperti itu Zermelo, atau bahkan dalam sistem Hilbert. Thompson menyatakan bahwa Hilbert tidak akan mampu meyakinkan kita konsistensi selamanya, karena itu kita harus puas jika sistem aksiomatis matematika sederhana telah memenuhi uji matematika penelitian kami sejauh ini.

HELPING TEACHER TO DEVELOP MODEL FOR SECONDARY MATHEMATICS TEACHING: Action Research of Indonesian Secondary Mathematics Teaching


HELPING TEACHER TO DEVELOP MODEL FOR SECONDARY MATHEMATICS TEACHING: Action Research of Indonesian Secondary Mathematics Teaching
Oleh : Marsigit * , Y.Sato ­ , Sugeng Mardiyono * Eko Sulistyowati­, Bardi
Ikhtisar oleh : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

            Dewan Direksi Garis Besar Haluan Negara (GBHN) menetapkan bahwa pendidikan nasional perlu terus menerus didefinisikan ulang, dikembangkan, dan diperkuat dengan menyediakan itu dengan undang-undang yang diperlukan dan memberikan prioritas untuk perluasan kesempatan dan peningkatan kualitas pendidikan (Departemen Pendidikan dan kebudayaan, 1993). Pemerintah Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas dari semua tingkat pengajaran dengan peningkatan kualitas guru, penyediaan fasilitas belajar dan peralatan, peningkatan kurikulum untuk pendidikan dasar, dan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi komunikasi untuk pendidikan, dalam mendukung dari proses belajar-mengajar. Selama dua dekade terakhir banyak pendidik telah datang ke realisasi bahwa kualitas pendidikan sangat tergantung pada kualitas guru dan instruksi yang mereka berikan (Djalil dan Anderson, 1989).

Berdasarkan kelemahan praktek-praktek tradisional proses pembelajaran di sekolah, berbagai upaya telah dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan pendekatan kelas dengan membuat peserta didik lebih aktif. Tantangan bagi pendidik bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan belajar siswa lebih tinggi-kecakapan dalam matematika; guru harus mengatur instruksi untuk melibatkan anak-anak sehingga mereka secara aktif membangun pengetahuan mereka sendiri dengan pemahaman (Peterson di Grouws, et al, 1988.). Oleh karena itu, tampaknya bahwa matematika sekunder mengajar di Indonesia perlu mencari model mengajar yang baik, dan bahwa tantangan untuk perubahan adalah salah satu masalah krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pengajaran dengan mengubah gaya mengajar.

Investigasi dan mengembangkan praktek yang baik dalam Matematika sekunder pengajaran melalui penelitian tindakan memberi guru kesempatan untuk mengembangkan model proses belajar mengajar agar dapat meningkatkan kualitas mengajar matematika. Namun, penelitian mencatat bahwa ada masih banyak hambatan bagi guru untuk melakukan praktek mengajar yang memenuhi dengan kriteria yang digariskan oleh Laporan Cockroft (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru adalah untuk meningkatkan pengajaran matematika melewati memfasilitasi berbagai kebutuhan siswa kompetensi akademik, mendorong siswa untuk menjadi pembelajar aktif, emplyoing berbagai metode mengajar, dan mengembangkan alat bantu pengajaran dan bahan pengajaran.