Saturday, September 17, 2011

KULIAH BAHASA INGGRIS P.MAT 1 (6)


DEVELOPING MATHEMATICS EDUCATION IN INDONESIA
oleh : Dr. Marsigit
ikhtisar oleh : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

Sabtu, 17 September 2011
Saat ini studi tentang matematika dan ilmu pengetahuan di Indonesia telah mengindikasikan 
bahwa prestasi anak-anak dalam mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan rendah, seperti yang ditunjukkan dari nilai EBTANAS dari tahun ke tahun baik di SD dan SMP. Penguasaan anak-anak di bidang matematika pada konsep dan keterampilan proses masih rendah. Hal ini mungkin sebagai hasil dari kurangnya kegiatan laboratorium, guru kurang memiliki penguasaan ilmu keterampilan pendekatan proses, kurikulum pada matematika dan ilmu pengetahuan terlalu banyak, ketentuan administrasi terlalu banyak memakan waktu bagi guru, kurangnya peralatan dan sumber daya manusia laboratorium. Penelitian juga menunjukkan ketidakcocokan antara tujuan pendidikan, kurikulum, dan sistem evaluasi.

Dalam hal ini guru matematika dan ilmu pengetahuan di sekolah ditemukan bahwa, mereka perlu meningkatkan kualifikasi diri mereka, banyak dari mereka tidak berasal dari bidang matematika dan ilmu pengetahuan, tidak ada sistem evaluasi untuk guru, sehingga sekali menjadi guru, mereka akan menjadi guru sampai pensiun. 
Untuk meningkatkan matematika dan ilmu pendidikan di Indonesia dibangun Kerjasama Teknis JICA Proyek Pengembangan Ilmu dan Pengajaran Matematika Pendidikan di Indonesia (IMSTEP) yang telah bekerja sejak 1 Oktober 1998. Kegiatan IMSTEP dilakukan untuk meningkatkan praktek di sekolah. Uji coba didefinisikan dengan kegiatan pengembangan dan mencoba beberapa model mengajar di sekolah. Para dosen dan guru bekerja bersama-sama di sekolah untuk mengembangkan model pengajaran yang dibutuhkan di lapangan. Strategi dasar untuk uji coba adalah mempromosikan paradigma baru matematika dan ilmu pengetahuan pendidikan. Tujuan uji coba adalah untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan di sekolah dengan mencoba beberapa hal yang dikembangkan dalam proyek ini yang langsung berhubungan dengan sekolah. Kegiatan uji coba dilakukan melalui tindakan kelas penelitian kolaborasi antara dosen dan guru.

Guru yang terlibat dalam kegiatan uji coba ini harus berpikir dan mengembangkan cara-cara baru tentang bagaimana membiarkan siswa belajar dan membangun konsep-konsep mereka sendiri. Oleh karena itu, kreativitas mereka meningkat. Guru telah bersabar untuk mulai lebih banyak dari "paradigma guru berpusat" untuk "siswa berpusat paradigma". Hasil kegiatan uji coba ini diharapkan dapat meningkatkan pengajaran matematika dan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Friday, September 16, 2011

KULIAH B.ING P MAT INT 1


Revitalisasi Pendidikan Matematika
By : Dr. Marsigit
Summary by : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

Wednesday, 14 September 2011
            Revitalization of mathematics education is trying to give back the mean of teaching and the principal of knowledge. The one effort is giving a chance to teacher by using the method of teaching that appropriate with the students’ ability. The researcher gives a conclusion that there is a big hole in implementation learning theory, because of , the lack of teacher’s understanding about learning theory, education system that doesn’t support, the environment isn’t conducive, and the facilities is not complete. Actually, the teacher had a problem in using the props.

            The absolutist said that mathematics implicitly have values, values that on their bodies, like a culture, so I isn’t values that on mathematics implicitly. In other words, the absolutist said that everything that available with mathematics values is accepted but if not, it is rejected. The social constructivist said that mathematics is human creation through the current period. The absolutist said that the discovery is not mathematics yet and modern mathematics is something that can’t be ignore. By the social constructivist, said that modern mathematics is not something that can’t be ignore, but the evolution of human culture.

            According to The social constructivist, mathematics can’t develop without other knowledge, so we can say that mathematics is not neutral and free values. So we can divide mathematics into four parts, pure-formal mathematics, applied-formal mathematics, pure-informal mathematics, applied-informal mathematics. In other definition, Revitalization of mathematics education is the efforts to modeling the mathematics learning that considered appropriate with the latest era.

            It is not easy to make real revitalization of mathematics education without awareness and gracefully in education’s world. In order that teacher can make real revitalization of mathematics education in growing the creativity of students so teacher must do,
- Plan about mathematics environment
- Plan about mathematics activity
- Develop the teacher’s role
- Managing the time in mathematics activity
- Keep an eye on students
- Evaluating themselves
- Evaluate the definition, process, skill, facts, and result
- Evaluate the result and the progress of students

Saturday, September 10, 2011

KULIAH BAHASA INGGRIS P.MAT 1 (4)


Strategi Menyiapkan SDM Menuju Sekolah Dasar Berstandar Nasional dan Internasional
By : Dr. Marsigit
Summary by : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

Saturday, September, 10th 2011
Probably, it’s hard job to change the paradigm for the teacher. Government must give back the principal of “teaching” suitable with the principal of “learner subject” and the principal of “knowledge”, in order to, education not as obligation but necessary. The result of research is there are more hole to implement learning theory by the teacher. Their understanding of an aspect in learning theory not as expected. Many misunderstanding in interpret the learning models. It is the facts and happened at school. Creative learning is an implication of awareness about the important of activity reflection. Explicitly, creative learning based on : knowledge, object, formal used, and practice. Creativity in SBI students can improve by creative learning activity and defining the school substance. Creative learning at school can emphasize the relation between human in their dimension.
Revitalization of education in SBI is the efforts that is necessary to formulate the learning model that assumed in international level, with their condition and correspond for era developed. Ebbutt and Straker (1995) defining learning activity at school are, (1) Study is an activity of serach pattern and relation, teacher implication is give a chance to students to do experiments, (2) Study is a creativity involving, imagination, intuition, and discovery, the implication by the teacher is encourages the students to give an applause to other’s experiments, (3) Study is a way of solving problems, teacher’s implication is help the students to slove the problem and think logically, (4) Study is a means of communicating information or ideas, the implication of the teachers is encourage the students to give a conclusion after the activity. They give an opinion that, professional teacher can helped the students to be creative, so we need revitalization substance of learner involve, The students learn best when they are motivated, The student learns in a way that is unique, The students learn both independently and through collaboration, The students consolidate their learning by meeting the same idea in different contexts.
It is the input from Ebbutt and Straker to teacher before starting the lessons, planning the learning environment, planning the activity, developing the teacher’s role, managing the time, observe student’s activity, evaluated him/herself, evaluate the process, evaluated the stidents’ progress. There are two based assumption that help in developing think criticsm and creative, viewed in humane, and every students ability is different. Development of creative learning in SBI implicated to the human as a good facilitator and motivator. In SBI, teachers have three important roles: as a facilitator, as a teaching source, and monitoring the student’s activity. All of activity that initiated by the writer in PLPG, Workshop and seminar, get the perception that teacher must give an innovation to teaching learning, in order to, improve the creativity of the students. 

KULIAH BAHASA INGGRIS P.MAT 1 (3)


The Effort to Increase the Student’s Motivation in Mathematics Learning with Some Teaching Aids in Junior High School 5 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia
Oleh : Dr. Marsigit, M.A & Ida Supadmi
Ikhtisar oleh : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

Jumat, 10 September 2011
Sampai sekarang kita masih sering mendengar keluhan para siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang paling menakutkan. Ini terlihat dari skor yang diperoleh siswa dalam Ujian Nasional lebih rendah dari yang diperkirakan. Banyak usaha yang telah dilakukan para guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar matematika, salah satunya dengan membuat pembelajaran yang menyenangkan dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Rendahnya motivasi belajar matematika siswa termasuk dalam tingkah laku siswa. Siswa menengah pertama berdasarkan teori perkembangan kognitif Peaget termasuk dalam operasi formal. Dimana pemikiran para siswa berubah dari berfikir secara konkret menjadi abstrak. Dalam fase ini alat bantu pengajaran sangat dibutuhkan untuk membantu proses abstraksi siswa.
Jenis dari penelitian tersebut adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan mengatasi masalah yang muncul di dalam kelas. Peneliti bekerjasama dengan guru matematika kabuten Kulon Progo tepatnya di kelas IIa SMP 5 Wates. Penelitian tersebut mempunyai dua rencana pelaksanaan, siklus pendek dan siklus panjang. Siklus pendek berjalan di setiap pertemuan selama dua jam pelajaran sedangkan siklus panjang merupakan akumulasi dari siklus pendek dalam setiap topic pembelajaran. Penelitian tersebut dikatakan sukses apabila terjadi peningkatan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
Sebelum memulai siklus pertama, guru membagi siswa menjadi 5 kelompok secara acak. Siklus pertama tentang kuadrat dan pangkat, dalam pelaksanaannya guru menggunakan kartu sebagai media ajar. Selanjutnya dalam sepuluh menit terakhir guru membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan dari proses pembelajaran dan memberikan tugas lain. Siklus kedua tentang teorema Pitagoras, siswa diminta menunjukkan berapa lebar sudut dalam sisi miring pada segitiga siku-siku. Siswa dibimbing memberikan kesimpulan dalam pembalajaran tersebut. Berdasarkan percobaan maka didapatkan kesimpulan tentang teorema pitagoras dan didapatkan rumus pitagoras. Siklus ketiga tentang garis sejajar. Siswa diminta menyebutkan manakah sudut sehadap, sudut bersebrangan luar dan dalam, sudut dalam sepihak dan sudut luar sepihak. Selanjutnya siswa tetap diberi tugas kelompok yakni menghitung masing-masing sudut yang terbentuk dari dua galah yang sejajar yang diberi tali dan digantungkan sebuah pemberat pada tali tersebut sehingga didapatkan segitiga. Hasil dari siklus ketiga yakni, siswa terlihat sangat tertarik terhadap proses pembelajaran tersebut, hal ini terlihat pada saat siswa mengerjakan lembar kerja, diskusi dan banyaknya pertanyaan dalam kelas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu dalam pengajaran matematika seperti penghapus, penggaris, tali dll sangat membantu dalam meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari matematika. Sehingga kreatifitas guru sangat diperlukan dalam mencari maupun mengembangkan metode lain sehingga tidak menciptakan kebosanan dalam pembelajaran yang menjadi masalah utama dalam belajar matematika.

KULIAH BAHASA INGGRIS P.MAT 1 (2)


Kegiatan Penelitian sebagai Usaha untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Matematika
By : Dr. Marsigit
Summary by : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

Thursday, September 9, 2011
Mathematics education research can be done with many ways such as qualitative research. In qualitative research, the researcher is neutral and just researching about the symptoms looked and measured with valid and reliable instrument. Qualitative research use logical-hypothetic-verification method in their mindset, with steps like, determined hypothesis about mathematical learning, collect data about mathematical learning practiced, data analysis, hypothesis testing, conclusion, write the report, and finish. So, the principal of qualitative research in mathematical learning is to observe the process of mathematical learning in mathematical environment, interacted with them, try to understand the language and interpretation about mathematical learning.
Condition and effort to find out phenomenon in mathematical learning can be drawn with herminitic circle. Herminitic circle in mathematics education research gives full aware to researcher that mathematical learning with the components was not sterile but connected one aspect to other aspects and the context in past to present in learning. There is two herminitic, realistic herminitic and deconstructive herminitic. Realistic Herminitic, teacher focused on certain aspects on mathematical learning to explain to the students about mathematical learning. Deconstructive herminitic, human have limited skills, but teacher need to attempt in order to the student got the mathematics world with doing mathematics world deconstructive. The space of  mathematics education research are able to get encouragement from researcher to do renew of mathematics education, where the innovation can be from conceptual, value, pragmatic, empirical, or political.
Point of view about substance and characteristic of school mathematic will give whole mathematics characteristic. Mathematics as activity searching pattern and relation that implicating to research. Mathematics as a creativity that implicating to research. Mathematics as problem solving that implicating to research. Mathematics as a communication tools that implicating to research. Commonly, it is normally that mathematics education in future will be student-centered, where student is the center of learning. Action classroom research can used by teacher to developing and perfecting learning models by getting input from problems in classroom.  There is a statement that opened-teacher is easily accept renewal, accept input, easily in doing research, can reflected their teaching, more tolerance with students. Profession is a person who pursue with their job based on skills. Teacher profession competency involve pedagogic competency, personality competency, social competency, professional competency. Developing Professionalism can be done involves, MGMP forum, workshop/seminar, lesson study, etc. If the teacher wants to renewal of mathematics education, so research is needed. By mathematics education research, we know about there is different opinion in group discussion, we understand about the level of students in group, and we can compare the result of each group.

KULIAH BAHASA INGGRIS P.MAT 1


Developing Mathematics Curriculum for Junior High School in Indonesia
Oleh : Dr. Marsigit
Ikhtisar oleh : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

Kamis, 9 September 2011
Tujuan dari system pendidikan di Indonesia berdasarkan pembukaan UUD 1945 adalah : (1) Meningkatkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, (2) Mengembangkan kecerdasan dan kemampuan setiap individu, (3) Membentuk tingkah laku positif dan mengembangkan kepercayaan diri, (4) Memastikan bahwa setiap anak-anak mendapatkan pendidikan. Namun, pada 1984, ada beberapa penyebab yang menyebabkan gagalnya promosi perubahan sistim pendidikan di Indonesia, antara lain : (1) Lingkungan pendidikan yang kompleks, (2) Terbatasnya biaya, (3) Kurangnya fasilitas pendidikan dan sumber pendidikan, (4) Perbedaan konteks pendidikan, (5) Kekurangan guru yang memahami teori pengajaran, (6) Perkembangan pendidikan yang biasa saja.
Di Indonesia, terdapat indikasi bahwa prestasi siswa dalam bidang matematika dan ipa tergolong rendah. Fakta ini mungkin merupakan akibat dari : (1) Singkatnya kegitan dalam laboratorium, (2) Kekurangan guru yang menguasai materi, (3) Isi dalam kurikulum matematika dan ipa terlalu padat, (4) Terlalu banyaknya ketentuan administrasi yang diperuntukkan guru, (5) Kurangnya peralatan laboratorium dan staff laboratorium. Usaha-usaha tertentu telah dilakukan oleh para dosen pendidikan matematika dan guru matematika untuk meningkatkan pendidikan matematika di Indonesia, yaitu mecontoh pengajaran matematika di beberapa Negara, dan mencoba beberapa model pengajaran matematika di Indonesia. Komunikasi antara dosen pendidikan matematika dan guru matematika harus ditingkatkan, sehingga terjalinnya kolaborasi dalam penilitian, workshop, maupun seminar.
Konsentrasi utama dalam mengembangkan pendidikan matematika, kita harus mengembangkan dulu : (1) Pedoman silabus, (2) Pedoman pelaksanaan kurikulum, (3) Mendukung adanya tambahan referensi, (4) Keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum, (5) Sosialisasi dan penyebaran pengembangan kutikulum, dan (6) Pengawasan dalam pelaksanaan. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan Contextual Teaching Learning (CTL), yang artinya pemerintah mendorong guru untuk mengembangkan skill dari siswa.
Dalam perkembangan silabus, Kompetensi standar diuraikan menjadi kompetensi dasar. Setiap kompetensi dasar terdiri dari beberapa indicator. Pengawasan program dimulai pada tahun 2003/2004, hasil dari pengawasan ditunjukkan dengan : (1) Sosialisasi dari kurikulum harus ditingkatkan, (2) Partisipasi dari guru, kepala sekolah, dan staff harus ditingkatkan, (3) Mendukung sumber yang dugunakan untuk mengembangkan kurikulum, (4) Meningkatkan sarana dan prasarana dikelas untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar, (5) Menyebarkan konsep dan teori sebagai paradigm pembelajaran matematika, (6) Memaksakan penggunaan kurikulum baru dimana masih terbatasnya fasilitas dan kemampuan guru untuk mengikuti kurikulum yang baru. Guru perlu untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan masing-masing siswa, sehingga bisa mempersiapkan siswa untuk belajar matematika.

Thursday, August 18, 2011

CROCSTONE SKYLAR FLIP

CROCSTONE SKYLAR FLIP♥
READY STOCK ♥
ORIGINAL IDR 225.000 DISKON LEBARAN 205.000♥
FREE CANVAS BAG ♥
tersedia 3 pilihan warna ^^ ♥
PEMESANAN SMS 085641224900 ♥
harga belum termasuk ongkir ya ♥
pembayaran via mandiri/BTN ♥