Sunday, September 25, 2011

KULIAH BAHASA INGGRIS P.MAT 1 (12)

 MATH PROGRAMS FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN INDONESIA
Oleh : Dr. Marsigit,
Ikhtisar oleh : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

Minggu, 25 September 2011
Meningkatkan level kepandaian manusia dan kesejahteraan seperti yang telah disebutkan pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 selalu menjadi perhatian utama Pemerintah Indonesia. Gambaran umum praktek mengajar di Indonesia umunya guru sebagai pusat dimana langsung menjelaskan dan memberi pertanyaan dan seluruh murid bekerja dengan kertas dan pensil. Ketidak suksesan perubahan cara mengajar mungkin terjadi karena: (1) kerumitann lingkungan pendidikan, (2) keterbatasan biaya, (3) kurangnya fasilitas dan sumber pendidikan, (4) penyebaran konteks pendidikan seperti suku, geografi, budaya dan nilai-nilai (5) kurangnya pemahaman guru tentang cara mengajar yang baik, dan (6) mediokritas tentang pengembangan pendidikan berdasarkan kebutuhan untuk bersaing di era global.

Ada beberapa alasan mengapa anak memiliki kemampuan yang rendah dalaM matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam: (a) sedikitnya aktivitas laboratorium (b) kurangnya guru yamg mempunyai kemampuan sains (c) isi dari kurikulum Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang terlalu ramai (d) terlalu membuang waktu untuk urusan administrasi guru (e) kurangnya fasilitas laboratorium dan sumber daya manusianya.
The JICA Technical Cooperation Project for Development of Teaching Science and Mathematics Education in Indonesia (IMSTEP) telah bekerja sejak 1 Oktober 1998. Untuk empat tahun pertama telah banyak melakukan aktivitas di tiga universitas (Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang). Kegiatan JICA IMSTEP bertujuan untuk meningkatkan kinerja sekolah. Dua aktifitas termasuk memperbaiki Project Design Matrix adalah “mengarahkan untuk meningkatkan pendidikan matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di SD” (Aksi 1-19) dan “untuk bertukar pengalaman pada kurikulum dan penerapannya di sekolah dan institusi pelatihan guru” (Aksi 1-20).

Dosen dan guru bekerja sama di sekolah untuk membangun model pengajaran yang dibutuhkan di lapangan. Aktifitas pengarahan dilakukan dalam penelitian kelas bersama tentang pendidikan matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di antara dosen dan guru. Setiap grup peneliti mendiskusikan apa yang dibutuhkan dan cara untuk meningkatkan pendidikan matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di setiap kelas.

Tujuan pendidikan matematika di Jepang adalah bagaimana cara berpikir, memberikan sudut pandang terhadap sesuatu, menjadi manusia yang lebih baik melaui pembelajaran matematika. Berdasarkan observasi cara mengajar dan kunjungan sekolah di Jepang (marsigit, 2000) dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pendidikan di Jepang bertujuan sebagi pelajaran sepanjang hidup yang mengembangkan kemampuan dasar.

Tiap sekolah mempunyai bermacam-macam aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru (Nishitani, 2002), seperti: (a) beberapa sekolah memperkenalkan kelas-kelas ke public, banyak guru dan murid dari sekolah lain dapat mengunjungi, mengawasi dan berdiskusi bersama (b) setiap SD mempunyai kelas penelitian dimana beberapa guru memperlihatkan kelas mereka kepada pegawai lain lalu mendiskusikannya bersama setelah kelas selesai (c) setiap sekolah memperkenalkan semua kelas ke public beberapa kali dalam setahun, banyak orang tua mengunjungi sekolah untuk mengawasi anak mereka (d) banyak kursus pelatihan bagi guru yang diadakan oleh pemerintah maupun universitas.

No comments: