Sunday, November 13, 2011

HELPING TEACHER TO DEVELOP MODEL FOR SECONDARY MATHEMATICS TEACHING: Action Research of Indonesian Secondary Mathematics Teaching


HELPING TEACHER TO DEVELOP MODEL FOR SECONDARY MATHEMATICS TEACHING: Action Research of Indonesian Secondary Mathematics Teaching
Oleh : Marsigit * , Y.Sato ­ , Sugeng Mardiyono * Eko Sulistyowati­, Bardi
Ikhtisar oleh : Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)

            Dewan Direksi Garis Besar Haluan Negara (GBHN) menetapkan bahwa pendidikan nasional perlu terus menerus didefinisikan ulang, dikembangkan, dan diperkuat dengan menyediakan itu dengan undang-undang yang diperlukan dan memberikan prioritas untuk perluasan kesempatan dan peningkatan kualitas pendidikan (Departemen Pendidikan dan kebudayaan, 1993). Pemerintah Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas dari semua tingkat pengajaran dengan peningkatan kualitas guru, penyediaan fasilitas belajar dan peralatan, peningkatan kurikulum untuk pendidikan dasar, dan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi komunikasi untuk pendidikan, dalam mendukung dari proses belajar-mengajar. Selama dua dekade terakhir banyak pendidik telah datang ke realisasi bahwa kualitas pendidikan sangat tergantung pada kualitas guru dan instruksi yang mereka berikan (Djalil dan Anderson, 1989).

Berdasarkan kelemahan praktek-praktek tradisional proses pembelajaran di sekolah, berbagai upaya telah dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan pendekatan kelas dengan membuat peserta didik lebih aktif. Tantangan bagi pendidik bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan belajar siswa lebih tinggi-kecakapan dalam matematika; guru harus mengatur instruksi untuk melibatkan anak-anak sehingga mereka secara aktif membangun pengetahuan mereka sendiri dengan pemahaman (Peterson di Grouws, et al, 1988.). Oleh karena itu, tampaknya bahwa matematika sekunder mengajar di Indonesia perlu mencari model mengajar yang baik, dan bahwa tantangan untuk perubahan adalah salah satu masalah krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pengajaran dengan mengubah gaya mengajar.

Investigasi dan mengembangkan praktek yang baik dalam Matematika sekunder pengajaran melalui penelitian tindakan memberi guru kesempatan untuk mengembangkan model proses belajar mengajar agar dapat meningkatkan kualitas mengajar matematika. Namun, penelitian mencatat bahwa ada masih banyak hambatan bagi guru untuk melakukan praktek mengajar yang memenuhi dengan kriteria yang digariskan oleh Laporan Cockroft (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru adalah untuk meningkatkan pengajaran matematika melewati memfasilitasi berbagai kebutuhan siswa kompetensi akademik, mendorong siswa untuk menjadi pembelajar aktif, emplyoing berbagai metode mengajar, dan mengembangkan alat bantu pengajaran dan bahan pengajaran.

No comments: