Sunday, October 30, 2011

Supporting Evidences And Monitoring To Develop School-Based Curriculum For Junior High School Mathematics In Indonesia


Supporting Evidences And Monitoring To Develop School-Based Curriculum For Junior High School Mathematics In Indonesia 
Oleh : Marsigit
 Ikhtisar oleh: Fatikha Akfini Anantaputri (09313244012)


Pengembangan kurikulum membutuhkan studi yang mendalam tentang semua aspek yang terlibat, minimal enam prinsip sebagai panduan, yaitu kesempatan untuk belajar matematika bagi semua, kurikulum bukanlah sekedar kumpulan materi tetapi harus mencerminkan kegiatan matematika koheren, pembelajaran matematika membutuhkan teori yang menyeluruh tentang kegiatan siswa, kesiapan untuk belajar dan peran guru dalam memfasilitasi kegiatan belajar mereka, kesempatan untuk mengembangkan konsep matematika, kebutuhan untuk mengembangkan penilaian dalam proses pembelajaran, serta penggunaan berbagai sumber pembelajaran. Kurikulum mencerminkan proses pembelajaran yang telah dimaksudkan, sehingga perlu dikembangkan pedoman untuk mengembangkan silabus, pedoman kurikulum pelaksanaan, dokumen pendukung, keterlibatan guru, sosialisasi dan diseminasi pengembangan kurikulum serta pemantauan berkala dari dinas terkait. Kurikulum berbasis sekolah untuk SMP mengacu pada kompetensi siswa. Pemerintah pusat telah mengembangkan standar nasional, yang kemudian diuraikan menjadi Kompetensi Dasar, yaitu kompetensi minimal yang harus dicapai oleh para siswa, yang meliputi aspek afektif, kognitif dan psikomotor.

Dalam mengembangkan silabus, Standar Kompetensi harus dijabarkan dalam Kompetensi Dasar, dan untuk setiap Kompetensi Dasar terdapat beberapa indikator yang harus dapat dicapai oleh siswa. Materi utama yang dibahas dalam Kurikulum Nasional Matematika SMP adalah tentang Bilangan Bulat, Aljabar dan Aritmatika sosial, Persamaan Linear Dua Variabel, Sudut, Dimensi Tiga, Fungsi, Theorema Phytagoras, Persamaan Garis Lurus, Kongruensi, Statistika dan Peluang, Eksponen dan Logaritma serta Persamaan Kuadrat. 

Sebagai bukti pendukung pernyataan-pernyataan tersebut, telah dilaksanakan praktek pengajaran yang menerapkan aspek baru kurikulum berbasis sekolah. Pemantauan pelaksanaan kurikulum ditetapkan menyebar di beberapa wilayah yang berbeda untuk menyelidiki dan mengidentifikasi sejauh mana kekuatan dan kelemahan serta kendala dari pelaksanaan kurikulum baru tersebut. Hasil dari program pemantauan menunjukkan bahwa sosialisasi kurikulum baru perlu ditingkatkan, partisipasi guru, kepala sekolah dan supervisor perlu ditingkatkan, sumber daya pendukung untuk kurikulum baru perlu dikembangkan secara ekstensif, perlu mempromosikan penelitian berbasis kelas, serta adanya kendala dalam pelaksanaan kurikulum baru, yang meliputi keterbatasan
fasilitas pendidikan dan media serta anggaran.

No comments: